Kamis, 15 Mei 2014

DESAIN PELAYANAN PRIMA PADA CALON PESERTA WORKSHOP “Belajar WPAP, yuk!”



Berangkat dari perkembangan sebuah seni pop art asli Indonesia, WPAP (Wedha’s Pop Art Portrait), Wedha, sang penemu WPAP, berhasil memperkenalkan seni unik ini kepada masyarakat yang haus akan perkembangan seni dan kreativitas. Wedha berhasil menjaring seniman WPAP yang hingga saat ini berjumlah lebih kurang 20.000 orang yang tersebar di seluruh Indonesia. Demi memfasilitasi seluruh seniman WPAP dan untuk meningkatkan kemampuan mereka, Wedha membentuk kepengurusan WPAP di berbagai regional di Indonesia. Di Kota Malang misalnya, Ngalam Uncurve merupakan sebuah komunitas yang tidak asing lagi di telinga para seniman dan penikmat seni WPAP. Bukan perjalanan yang mudah, selama 1 tahun belakangan Ngalam Uncurve tetap merasakan berbagai permasalahan. Ternyata dibaginya kepengurusan di masing-masing regional dirasa kurang cukup untuk meningkatkan kemampuan para seniman WPAP sekaligus semakin mengenalkan seni ini kepada khalayak umum. WPAP yang merupakan sebuah seni asli Indonesia, dengan nilai jual yang cukup tinggi, ternyata belum akrab dikenal oleh masyarakat awam. Hingga kemudian, terfikirlah sebuah kegiatan gebrakan. “Belajar WPAP, yuk!” merupakan sebuah kegiatan workshop yang diselenggarakan atas kerjasama antara Kotak Warna Event Organizer, dan Ngalam Uncurve.
            “Belajar WPAP, yuk!”, workshop yang rencananya akan diselenggarakan pada tanggal 1 Juni 2014, bertempat di Rie Café Kalpataru Malang, berfokus untuk melayani dan memfasilitasi para seniman WPAP untuk meningkatkan kemampuannya dalam seni ini, sekaligus memberi pelayanan kepada masyarakat yang memiliki minat untuk belajar tentang seni ini. Dengan kuota workshop yang berjumlah 50 orang, tentunya menuntut para panitia untuk melayani calon pesertanya dengan baik. Jika selama ini tiket yang dibandrol 40.000 rupiah secara presale dan 50.000 rupiah untuk tiket non presale dapat didapatkan dengan cara membuat janji untuk bertemu dengan panitia yang ditunjuk sebagai contact person, rasanya belum cukup efektif untuk melayani masyarakat yang ingin mendaftar workshop “Belajar WPAP, yuk!” ini. Dengan demikian perlu dipikirkan sebuah cara untuk memberi fasilitas dan pelayanan yang lebih mudah dan tidak berbelit-belit kepada para calon peserta “Belajar WPAP, yuk!” ini.
            Memiliki titik publikasi pada kawasan sekolah dan kampus di Kota Malang, para calon peserta “Belajar WPAP, yuk!” didominasi oleh masyarakat usia remaja. Customer usia remaja dapat dirumuskan berdasarkan karakteristik:
a.       Mudah terpengaruh bujukan
b.      Tidak dapat berhemat
c.       Kurang realisitis
d.      Sangat tergantung dengan idola
  1. Kecenderungan untuk berkelompok
Melihat karakteristik di atas, dapat dsimpulkan bahwa para calon peserta seminar “Belajar WPAP, yuk!”   merupakan konsumen yang banyak permintaan. Tipe banyak permintaan merupakan tipe pelanggan yang sulit dipuaskan, jika membanding-bandingkan, menanyakan hadiah, bonus, dll. Untuk itu, dalam desain program Public Service Communication “Belajar WPAP, yuk!” adalah dengan:
Membuat stand khusus untuk pendaftaran dan tempat informasi workshop “Belajar WPAP, yuk!”, yang terletak di lantai 1 Gedung Yogi Sugito Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya Malang, pada tanggal 21-28 Mei 2014.

Dengan program tersebut, ada beberapa hal yang dapat kami simpulkan mengenai apa saja yang akan kami lakukan pada stand tersebut, diantaranya:
a.       Stand di desain dengan simple melalui meja yang dihiasi dengan beberapa hasil karya seni WPAP. Stand simple akan memudahkan ruang gerak kami untuk melayani para pengunjung supaya dapat dipastikan segala pertanyaan dari para pengunjung dapat dicover dengan baik oleh kami. Sementara itu hiasan beberapa hasil karya seni WPAP akan membantu kami untuk menjelaskan kepada masyarakat yang belum mengerti apa dan bagaimana itu seni WPAP sehingga mereka akan lebih mudah memahaminya.
b.      Memasang WPAP para artis idola, mulai dari artis Indonesia hingga artis luar negeri, hal ini kami lakukan demi melayani konsumen remaja yang sangat bergantung pada artis idola. Lebih lanjut, kami juga akan mempersilakan para pengunjung stand untuk berfoto dengan hasil karya WPAP yang kami pamerkan di stand, baik dengan karya WPAP para artis idola maupun WPAP bentuk-bentuk yang lainnya.
c.       Melihat karakteristik konsumen remaja yang suka berkelompok, kami memberikan diskon kepada calon konsumen yang berhasil mengajak teman-temannya yang lain (minimal 5 orang).
d.      Melihat karakteristik konsumen remaja yang mudah dibujuk, kami akan menjelaskan keuntungan-keuntungan mengikuti workshop ini, seperti sertifikat yang ditandatangani langsung oleh penemu WPAP yaitu Wedha, kaos Ngalam Uncurve, dan buku WPAP, sehingga dapat meningkatkan animo mereka untuk mengikuti seminar ini.
e.       Senyuman dan keramahan yang selalu diberikan kepada semua calon konsumen, baik yang membeli maupun tidak, serta ditunjang dengan penggunaan bahasa informal menjadi salah keharusan bagi team kami. Hal-hal seperti itu menjadi salah satu senjata andalan kami untuk menciptakan kenyamanan yang dapat dirasakan para konsumen sehingga tidak canggung kepada team kami.

1 komentar:

  1. LANJUTKAN

    Catatan:
    Pastikan kalian punya cukup waktu untuk pelaksanaannya

    BalasHapus