Berangkat
dari perkembangan sebuah seni pop art asli Indonesia, WPAP (Wedha’s Pop Art
Portrait), Wedha, sang penemu WPAP, berhasil memperkenalkan seni unik ini
kepada masyarakat yang haus akan perkembangan seni dan kreativitas. Wedha
berhasil menjaring seniman WPAP yang hingga saat ini berjumlah lebih kurang
20.000 orang yang tersebar di seluruh Indonesia. Demi memfasilitasi seluruh
seniman WPAP dan untuk meningkatkan kemampuan mereka, Wedha membentuk
kepengurusan WPAP di berbagai regional di Indonesia. Di Kota Malang misalnya,
Ngalam Uncurve merupakan sebuah komunitas yang tidak asing lagi di telinga para
seniman dan penikmat seni WPAP. Bukan perjalanan yang mudah, selama 1 tahun
belakangan Ngalam Uncurve tetap merasakan berbagai permasalahan. Ternyata dibaginya
kepengurusan di masing-masing regional dirasa kurang cukup untuk meningkatkan
kemampuan para seniman WPAP sekaligus semakin mengenalkan seni ini kepada
khalayak umum. WPAP yang merupakan sebuah seni asli Indonesia, dengan nilai
jual yang cukup tinggi, ternyata belum akrab dikenal oleh masyarakat awam.
Hingga kemudian, terfikirlah sebuah kegiatan gebrakan. “Belajar WPAP, yuk!” merupakan sebuah kegiatan workshop yang
diselenggarakan atas kerjasama antara Kotak Warna Event Organizer, dan Ngalam
Uncurve.
“Belajar
WPAP, yuk!”, workshop yang rencananya akan diselenggarakan pada tanggal 1
Juni 2014, bertempat di Rie Café Kalpataru Malang, berfokus untuk melayani dan
memfasilitasi para seniman WPAP untuk meningkatkan kemampuannya dalam seni ini,
sekaligus memberi pelayanan kepada masyarakat yang memiliki minat untuk belajar
tentang seni ini. Dengan kuota workshop yang berjumlah 50 orang, tentunya
menuntut para panitia untuk melayani calon pesertanya dengan baik. Jika selama
ini tiket yang dibandrol 40.000 rupiah secara presale dan 50.000 rupiah untuk
tiket non presale dapat didapatkan dengan cara membuat janji untuk bertemu
dengan panitia yang ditunjuk sebagai contact person, rasanya belum cukup
efektif untuk melayani masyarakat yang ingin mendaftar workshop “Belajar WPAP, yuk!” ini. Dengan
demikian perlu dipikirkan sebuah cara untuk memberi fasilitas dan pelayanan
yang lebih mudah dan tidak berbelit-belit kepada para calon peserta “Belajar WPAP, yuk!” ini.
Memiliki titik publikasi pada
kawasan sekolah dan kampus di Kota Malang, para calon peserta “Belajar WPAP, yuk!” didominasi oleh
masyarakat usia remaja. Customer usia remaja dapat dirumuskan berdasarkan
karakteristik:
a.
Mudah terpengaruh bujukan
b.
Tidak dapat
berhemat
c.
Kurang
realisitis
d.
Sangat
tergantung dengan idola
- Kecenderungan untuk berkelompok
Melihat
karakteristik di atas, dapat dsimpulkan bahwa para calon peserta seminar “Belajar WPAP, yuk!” merupakan konsumen yang banyak permintaan.
Tipe banyak permintaan merupakan tipe pelanggan yang
sulit dipuaskan, jika membanding-bandingkan, menanyakan hadiah, bonus, dll.
Untuk itu, dalam desain program Public Service Communication “Belajar WPAP, yuk!” adalah dengan:
Membuat
stand khusus untuk pendaftaran dan tempat informasi workshop “Belajar WPAP, yuk!”, yang terletak di
lantai 1 Gedung Yogi Sugito Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas
Brawijaya Malang, pada tanggal 21-28 Mei 2014.
Dengan
program tersebut, ada beberapa hal yang dapat kami simpulkan mengenai apa saja
yang akan kami lakukan pada stand tersebut, diantaranya:
a.
Stand di
desain dengan simple melalui meja yang dihiasi dengan beberapa hasil karya seni
WPAP. Stand simple akan memudahkan ruang gerak kami untuk melayani para
pengunjung supaya dapat dipastikan segala pertanyaan dari para pengunjung dapat
dicover dengan baik oleh kami. Sementara itu hiasan beberapa hasil karya seni
WPAP akan membantu kami untuk menjelaskan kepada masyarakat yang belum mengerti
apa dan bagaimana itu seni WPAP sehingga mereka akan lebih mudah memahaminya.
b.
Memasang
WPAP para artis idola, mulai dari artis Indonesia hingga artis luar negeri, hal
ini kami lakukan demi melayani konsumen remaja yang sangat bergantung pada
artis idola. Lebih lanjut, kami juga akan mempersilakan para pengunjung stand
untuk berfoto dengan hasil karya WPAP yang kami pamerkan di stand, baik dengan
karya WPAP para artis idola maupun WPAP bentuk-bentuk yang lainnya.
c.
Melihat
karakteristik konsumen remaja yang suka berkelompok, kami memberikan diskon
kepada calon konsumen yang berhasil mengajak teman-temannya yang lain (minimal
5 orang).
d.
Melihat
karakteristik konsumen remaja yang mudah dibujuk, kami akan menjelaskan
keuntungan-keuntungan mengikuti workshop ini, seperti sertifikat yang
ditandatangani langsung oleh penemu WPAP yaitu Wedha, kaos Ngalam Uncurve, dan
buku WPAP, sehingga dapat meningkatkan animo mereka untuk mengikuti seminar
ini.
e.
Senyuman
dan keramahan yang selalu diberikan kepada semua calon konsumen, baik yang
membeli maupun tidak, serta ditunjang dengan penggunaan bahasa informal menjadi
salah keharusan bagi team kami. Hal-hal seperti itu menjadi salah satu senjata
andalan kami untuk menciptakan kenyamanan yang dapat dirasakan para konsumen
sehingga tidak canggung kepada team kami.
LANJUTKAN
BalasHapusCatatan:
Pastikan kalian punya cukup waktu untuk pelaksanaannya