Definisi kualitas menurut Goetsch dan Davis (dalam
Tjiptono, 2005, h.10) adalah “Sebuah kondisi dinamis yang berhubungan dengan
produk, jasa, sumber daya manusia, proses, dan lingkungan yang memenuhi atau melebihi
harapan.” Pendekatan yang digunakan
Goetsch Davis ini menegaskan bahwa kualitas bukan hanya menekankan pada aspek
hasil akhir, yaitu produk dan jasa tetapi juga menyangkut kualitas manusia dan
kualitas lingkungan. Sangatlah mustahil menghasilkan produk dan jasa yang
berkualitas tanpa melalui manusia dan proses yang berkualitas (Muwafik, 2009).
Contoh impelementasi dari definisi kualitas menurut Goetsch
dan Davis, berdasarkan pengalaman penulis adalah kualitas pelayanan yang
diberikan oleh Hotel Shang-rila Surabaya. Jika berdasarkan definisi kualitas di
atas yang menyebutkan bahwa kualitas merupakan kondisi dinamis yang berhubungan
dengan produk, jasa, sumber daya manusia, proses, dan lingkungan yang memenuhi
atau melebihi harapan, maka hal inilah yang senantiasa disajikan Hotel
Shang-rila, dimana sebuah kualitas pelayanan yang melebihi harapan dari para
pelanggannya.
Jika berdasarkan produk yang ditawarkan Hotel
Shang-rila, yang menjadi produk utama adalah kamar, dimana kamar yang
disediakan Shang-rila adalah kamar yang memenuhi standar bintang lima dengan
bentuk interior kamar yang begitu elegan dan sangat nyaman. Selain produk utama
yang ditawarkan tersebut, terdapat produk tambahan berupa convention hall, restoran, butik, beberapa sarana olah raga dan
spa, yang secara keseluruhan benar-benar dapat memuaskan atau bahkan melampaui
harapan pelanggan. Kualitas produk tersebut, terlihat ditingkatkan dari waktu
ke waktu, karena pada setiap kunjungan penulis ke Hotel Shang-rila kualitas
produk tersebut dapat terus ditingkatkan sehingga pelanggan semakin merasa
terpuaskan.
Kelebihan dari produk tersebut, juga ditunjang dengan
sumber daya manusia yang menunjang tercapainya kepuasaan pelanggan atas
kualitas yang ditawarkan Hotel Shang-rila, dimana keseluruhan pegawai yang ada
di Shang-rila dengan sepenuh hati melayani para pelanggan yang ditunjukkan
dengan keramah tamahan para karyawan, baik yang berada di bottom management hingga pada jajaran top management.. Pelanggan akan merasakan pelayanan yang memuaskan
dari langkah pertama pelanggan memasuki lokasi hotel, hingga pelanggan keluar
dari hotel.
Produk dan sumber daya manusia yang memenuhi atau melebihi
harapan pelanggan, akan dirasakan pelanggan tentunya dalam proses dari jalannya
pelayanan. Hal ini merupakan hal yang paling dinikmati oleh penulis dari
pengalaman menginap di Hotel Shang-rila, karena keseluruhan proses pelayanan
yang diberikan benar-benar membuat pelanggan merasa dimanjakan. Lebih dari
sekedar dimanjakan, pelanggan di sini merasa tidak akan mempermasalahkan
berapapun uang yang harus dikeluarkan untuk mendapat pelayanan di Hotel
Shang-rila. Keseluruhan hal tersebut juga didukung oleh lingkungan dari Hotel
Shang-rila yang berada di pinggiran Kota Surabaya yang tenang dan nyaman serta
begitu asri, sehingga Hotel ini tidak hanya digunakan para wisatawan dari luar
Kota Surabaya, namun, banyak juga digunakan oleh warga Surabaya sendiri sebagai
alternatif tempat relaksasi dari penatnya tinggal di Kota Surabaya.
Sumber:
Muwafik. 2009, 23 Oktober. PSC 7: service quality.
Dikutip pada 8 April 2014 dari http://muwafikcenter.blogspot.com/2009/10/psc-7-service-quality.html
Tjiptono, Fandy, Chandra, dan Gregorius. (2005). Service,
quality, and satisfaction. Andi: Yogyakarta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar